Menu Utama
Beranda
Tentang Kami
Produk
Kontak
Berita
Tautan
GCG & CSR
Sistem Informasi
UU No. 14 Th. 2008 (UUKIP)
Sistem Remunerasi
Mekanisme Penetapan Direksi & Komisaris
Pengadaan

 

   

Login





Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar
Berita Terkini
Populer

 

Indonesia Raja Kina

Rabu, 31 Juli 2013

Oleh : Kodar Solihat (Pikiran Rakyat)

Setelah kurang menggairahkan sejak lama, usaha produksi kina Indonesia kini mencoba untuk bangkit kembali.

Hal ini terlihat dengan dipusatkannya produksi garam kina di subang. Produksi ini membuat Indonesia kembali menjadi produsen komoditas tersebut di dunia.

Boleh jadi, geliat bisnis kina, dimana sentra produksi utama ada di Jawa Barat, diharapkan juga menambah kekuatan bagi sector usaha perkebunan nasional. Baik itu bagi produksi olahan, maupun dari segi produksi di tingkat perkebunan, walaupun areal tanaman kina di Jawa barat sudah jauh berkurang.

Setidaknya, ada moment bersejarah bagi produksi kina, yang membawa Indonesia kembali menjadi produsen terbesar dunia pada tahun 2013 ini. Ini  ditandai dengan direlokasinya produksi dari PT Kimia Farma (KF) dan digabungkannya produksi kina secara keseluruhan ke pabrik kina PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) di Ciater Kab. Subang.

Produksi kina Indonesia sejak lama dibagi ke dalam dua segmen produksi, yakni produksi di tingkat kebun dan produksi pengolahan di tingkat industry. Dari tingkat kebun, produksi kina hanya sebatas sampai dihasilkan kulit kina, sedangkan pengolahan menjadi produk jadi di lakukan industry hilir.

Pemusatan produksi kina di subang sekaligus relokasi pengolahan kina dari pabrik Kimia Farma dari Jln. Pajajaran Bandung, diakui Direktur PT SIL Tri Bagus Santoso, PT SIL merupakan anak perusahaan patungan antara PT Kimia Farma, PT Perkebunan Nusantara VIII dan Yayasan Kartika Eka Paksi TNI-AD.

Indonesia merupakan satu-satunya Negara di dunia yang memiliki perkebunan dan pabrik pengolahan kina yang lokasinya berdekatan. Pada masa sebelumnya, kapasitas produksi normal per tahun dari pabrik PT Kimia Farma sebesar 150 ton  dalam bentuk Kinina/kinidina.

Direktur PT SIL Tribagus Santoso mengatakan, dengan dipusatkannya produksi garam kina ke PT SIL, menjadikan pabrik di Subang, sebagai pusat produksi garam kina terbesar didunia. Dengan penggabungan produksi itu, Indonesia kembali menjadi produsen terbesar garam kina dunia, setelah beberapa puluh tahun terakhir sempat tergeser oleh Afrika.

“Diharapkan, hal ini menjadi motivasi dan semangat baru bagi Indonesia, untuk menjadi pemain utama dunia di segmen produk-produk kina. Apalagi, kebutuhan kina dunia, kembali bergairah, walaupun sementara ini masih mengandalkan pasar ke Cina, menunggu krisis di Eropa pulih,” katanya.

Disebutkan, kapasitas pabrik kina di PT SIL berkemampuan sekitar 12 ton garam kina/bulan. Pemusatan produksi garam kina dan pengolahan kulit kina di PT SIL tersebut, sebagai upaya penguatan posisi Indonesia dalam Bisnis komoditas tersebut di pasaran dunia.

“Produksi garam kina kembali dilirik, karena obat malaria sintetik yang selama beberapa tahunmenjadi subtitusi produk kina, dikabarkan sudah menjadi resisten. Berbagai produsen obat malaria dunia, kini kembali meminati kina sebagai pengobatan ampuh, begitu juga aneka keperluan untuk campuran minuman, terus naik,” kata Tri

Penggabungan produksi inijuga akan semakin memperkuat PT SIL di pasar Asia. Di Cina, misalnya, PT SIL memegang pangsa pasar lebih 50 persen. Dengan tambahan produksi akan menjadi lebih dominan, walupun ada saingan produsen garam kina lainnya dari Jerman.

Sementara itu, ditingkat kebun, menurut Sekum Gabungan Pengusaha Perkebunan Jabar-Banten, Imron Rosyadi, data areal tanaman kina di Jawa Barat total tinggal sekitar 3.150 hektare. Ini terbagi di sentra produksi utama tanaman kina nasional di PTPN VIII total sekitar 3.000 Hektare, serta PT Kimia Farma perkebunan Bintang sekitar 150 hektare.

Menurut Imron, karena perkembangan zaman, populasi tanaman kina belakangan ini ini pun sekaligus didorong kepada penguatan populasi tanaman kina. Hal ini membuat penebangan tanaman kina tak lagi tebang habis seperti zaman lampau, sehingga penebangan sistematis juga berfungsi menjaga populasi sekaligus kelestarian lingkungan.

Dicontohkan, populasi tanaman kina di kebun Bukit Tunggul sejak beberapa tahun lalu pernah didesain system Compacting. Ini membuat populasi tanaman kina menjadi lebih padat, dibandingkan sebelumnya. Namun belakangan ini, di kebun Bukittunggul juga terdapat aneka pohon kayu industry dari jenis eucalyptus.

Lain halnya dengan Perkebunan Bintang, yang rencananya, manajemen perkebunan akan melakukan usaha tambahan untuk optimalisasi hak guna usaha. Soalnya, jika hanya mengandalkan tanaman Kina, nilai ekonomisnya terasa lebih lamban sehingga dibutuhkan komoditas lain yang menunjang.

Menurut Imron, di Perkebunan Bintang direncanakan akan ditanami pula kopi arabika karena kondisi lingkungannnya dinilai cocok, Tanaman kopi arabika akan ditanam di sela-sela pohon kina, yang juga berfungsi sebagai naungan bagi tanaman kopi.

Sementara itu, dari PTPN VIII kebun Bukittunggul Kabupaten Bandung, menurut Sinder Tanaman Hasanudin, Serta Mandor Besar Amir Mahpud, saat ini luas tanamnkina di Bukittunggul sekitar 735 Hektare, termasuk tanaman menghasilkan (TM ) dan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dari total luas diua afdeling Bukit I dan Bukit II seluas 777 hektare. Saat ini produksinya 120 ton tepung pada tahun 2013, dengan kadar kina sedang bagus.

Namun, katanya ada perbedaan dibandingkan dengan dahulu. Saat ini, dikebun Bukittunggul peremajaan tanamannya lebih bersifat replanting (penanaman kembali) dimana setiap yahunnya dilakukan rata-rata 50 hektare. Tanaman kina TBM rata-rata mencapai tujuh tahun, sedangkan baru dapat dipanen pada umur delapan tahun. Walaupun demikian, masih ada pula tanaman kina lain dalam jumlah sedikit dan dalam jumlah sporadic pada sejumlah unit kebun lain.

  http://epaper.pikiran-rakyat.com

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
  

Polling
Pendapat anda tentang website Perkebunan Nusantara VIII
 
Online
Saat ini adai 6 tamu-tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
free counters
Komunitas PTPN VIII

Beranda
  
 Copyright © 2009 PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero)
viagra sales online
viagra discount prices
viagra 100mg pills
viagra 100mg cheap
viagra 100mg canada
generic cialis cheap canada
female viagra in australia
viagra cheap buy online
viagra best price
cheap viagra online
pharmacy cheap prescriptions non generic cialis online canadian pharmacy antibiotics order discount cialis online cialis daily or once
cialis no prescription uk buy cialis in uk buy cialis in canada cheap generic drugs uk canadian pharmacy mail order
purchasing viagra in canada buy viagra online paypal pharmacy rx one tablets world no prescription drugs online canada cialis online no prescription
viagra cheap no prescription purchase generic viagra online purchase generic viagra online is something similar to cialis for women no prescription required drugs buy
buy viagra online canada no prescription viagra generic in australia cialis drugstore number one shop
viagra med from canada