Menu Utama
Beranda
Tentang Kami
Produk
Kontak
Berita
Tautan
GCG & CSR
Sistem Informasi
UU No. 14 Th. 2008 (UUKIP)
Sistem Remunerasi
Mekanisme Penetapan Direksi & Komisaris
Pengadaan


 

 

Berita Terkini
Populer

 

KOMODITAS EKSPOR : Produk Teh Khusus Potensial di Eropa

19 Desember 2017

 

JAKARTA—Produk teh specialty atau teh khusus menjadi produk yang potensial untuk dapat menembus pasar ekspor Eropa yang saat ini mengetatkan aturan mengenai importasi komoditas tersebut.

Ketua Bidang Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Dewan Teh Indonesia Iriana Ekasari menilai Indonesia seharusnya menggarap produk teh specialty atau khusus agar dapat menembus pasar Eropa. Apalagi, tren konsumsi untuk kategori tersebut di Benua Biru sedang mengalami pertumbuhan.

Selama ini, kata Iriana, teh asal Indonesia sebagian besar hanya digunakan sebagai bahan campuran. Akibatnya, harga jual menjadi lebih rendah dan nama Indonesia tidak disertakan pada kemasan. Harga rata-rata teh asal Indonesia di pasar internasional dijual dengan harga US$1,6 per kilogram (kg). Padahal, biaya produksi di dalam negeri telah mencapai US$2 per kg.

Dia memperkirakan dengan memproduksi teh kategori khusus keuntungan yang didapatkan bisa melonjak hingga 12 kali lipat. Keuntungan tersebut bisa dimanfaatkan oleh Indonesia khususnya produsen untuk memperbaiki kualitas alat produksi dan upah buruh.

“Jadi memang mau tidak mau kalau ingin masuk di pasar Eropa kita harus memroduksi specialty tea agar barang tersebut masuk ke toko premium di sana,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Senin (18/12).

Irian mengatakan total produksi teh Indonesia saat ini 144.000 ton per tahun. Dari jumlah itu, sebanyak 80.000 ton digunakan untuk kebutuhan konsumsi domestik lalu sisanya dikirim ke pasar internasional.

Dari total kebutuhan dunia sebanyak 5 juta ton, imbuhnya, persentase pasar teh khusus mencapai 7%. Oleh karena itu, dengan mengolah 60.000 ton ekspor teh menjadi kategori khusus, maka akan meningkatkan penerimaan bagi negara.

“Hasil kunjungan misi advokasi ke Eropa menunjukkan respons pasar terhadap specialty tea Indonesia juga sangat bagus. Beberapa negara seperti Sri Lanka, India, dan Kenya bisa kenapa Indonesia tidak?” paparnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menjelaskan Indonesia tetap mengupayakan agar ambang batas residu antrakuinon yang dipersyaratkan oleh Uni Eropa sebesar 0,02 mg/kg diubah dengan besaran yang lebih realistis. Dia menilai yang tepat sebagai persyaratan yakni 0,2 mg/kg.

STANDARD KETAT

Oke menyebut besaran nilai yang ditawarkan oleh Indonesia diperoleh melalui riset dengan mempertimbangkan analisis risiko. Pasalnya, standar yang ditetapkan oleh Benua Biru saat ini terlalu ketat dan hanya berdasarkan prinsip kehati-hatian.

“Ambang batas antraquinone bisa diubah jika ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa antrakuinon sebagai kontaminan yang tidak terhindarkan,” ujarnya.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Pradnyawati sebelumnya menjelaskan sikap Uni Eropa (UE) tersebut disampaikan saat misi advokasi teh Indonesia ke Eropa yang berakhir pekan lalu. Dalam kesempatan itu, delegasi RI berkonsultasi dengan Directorare General Food Safety and Public Health European Commission.

Pradnyawati mengungkapkan bahwa UE dengan tegas menyebut tidak akan untuk mengubah ambang batas residu antraquinone (AQ) karena menyangkut upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat.

“Akan tetapi, pihak UE tetap terbuka menerima hasil kajian ilmiah baru yang dapat merasionalisasi bahwa ambang batas residu AQ saat ini terlalu ketat,” jelasnya.

Seperti diketahui, aturan ambang batas residu antraquinone diatur Peraturan Komisi Eropa Nomor 1146/2014 yang diterbitkan oleh UE pada 23 Oktober 2014 dan mulai berlaku pada 18 Mei 2015. Regulasi tersebut mempersyaratkan ambang batas residu AQ dalam daun teh kering sebesar 0,02 mg/kg.

Menurut catatan Kemendag, ekspor teh RI ke UE eropa mengalami penurunan sebesar 20% pada rentang 2012-2016. Nilai ekspor tergerus dari US$38,6 juta pada 2012 menjadi US$15,9 juta tahun lalu.

Sumber : Bisnis Indonesia (19/12/2017)

http://kalimantan.bisnis.com/read/20171219/448/719444/komoditas-ekspor-produk-teh-khusus-potensial-di-eropa
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

 

Beranda arrow Berita arrow Berita Terkini arrow KOMODITAS EKSPOR : Produk Teh Khusus Potensial di Eropa
  
 Copyright © 2009 PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero)
viagra sales online
viagra discount prices
viagra 100mg pills
viagra 100mg cheap
viagra 100mg canada
generic cialis cheap canada
female viagra in australia
viagra cheap buy online
viagra best price
cheap viagra online
pharmacy cheap prescriptions non generic cialis online canadian pharmacy antibiotics order discount cialis online cialis daily or once
cialis no prescription uk buy cialis in uk buy cialis in canada cheap generic drugs uk canadian pharmacy mail order
purchasing viagra in canada buy viagra online paypal pharmacy rx one tablets world no prescription drugs online canada cialis online no prescription
viagra cheap no prescription purchase generic viagra online purchase generic viagra online is something similar to cialis for women no prescription required drugs buy
buy viagra online canada no prescription viagra generic in australia cialis drugstore number one shop
viagra med from canada