Menu Utama
Beranda
Tentang Kami
Produk
Kontak
Berita
Tautan
GCG & CSR
Sistem Informasi
UU No. 14 Th. 2008 (UUKIP)
Sistem Remunerasi
Mekanisme Penetapan Direksi & Komisaris
Pengadaan

 

   

Login





Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar
Berita Terkini
Populer

 

Kota Baru Walini Ancam 5.000 Buruh

Senin, 13 Desember 2010

CIKALONGWETAN,(GM)-

Pembangunan Kota Baru Walini di Kec. Cikalongwetan, Kab. Bandung Barat (KBB), dapat mengancam mata pencaharian buruh perkebunan teh dan karet. Diperkirakan penduduk Cikalongwetan yang menggantungkan hidup di sektor perkebunan, hampir mencapai 5.000 orang.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo), Endang Soparie di Cikalongwetan, Jumat (10/12). Hingga sekarang dalam setiap sosialisasi rencana pembangunan kota baru ini, sama sekali belum disentuh nasib buruh pemetik teh dan penyadap getah karet.

"Baik Aptehindo, Apteh Jabar maupun buruh pemetik teh sama sekali tidak menolak rencana pengalihfungsian lahan perkebunan menjadi kota baru, selama memiliki tujuan hari besok lebih baik. Tapi pemerintah perlu memperhatikan nasib buruh perkebunan ini, apakah dipekerjakan di perkebunan lain atau mendapat pesangon yang memadai," paparnya.

Perkebunan Teh Walini yang disiapkan sebagai kota baru, lokasinya berada di samping Tol Cipularang. Luas lahan yang dibutuhkannya mencapai 3.000 ha. Dilihat dari luas lahan yang dibutuhkan, tidak akan semuanya dipenuhi PTPN VIII, tapi sampai ke tanah milik warga yang berada di Desa Mandalamukti dan Desa Mandalasari.

Proyek besar lain yang rencananya akan dibangun di Cikalongwetan, adalah Kampung Asia-Afrika (Asia-Africa Village). Lahan yang dibutuhkan untuk membangun 100 bangunan khas negara-negara peserta Kongres Asia Afrika pertama di Bandung seluas 68,5 ha.

"Melihat luasan yang dibutuhkan untuk Kota Baru Walini, bisa saja memakan areal perkebunan teh rakyat. Luas kebun teh rakyat yang ada sekarang mencapai sekitar 1.200 hektare. Kemungkinan ikut terpakainya kebun teh rakyat, karena lokasinya berada di sekitar perkebunan milik PTPN VIII," kata Endang Soparie yang memiliki kebun teh hampir 5 hektare.

Warga yang menjadi buruh teh berasal dari Desa Mandalakmuki, Rende, Mandalasari, Ciptagumati, Cisomang, Tenjolaut, dsb. Jumlah buruh pemetik teh di PTPN VIII diperkirakan sekitar 600 orang. Mereka mendapat upah rata-rata Rp 700 ribu/bulan.


Pasrah

Buruh pemetik teh yang lahannya bakal terkena proyek Kota Baru Walini, umumnya memilih bersikap pasrah. Seperti dituturkan Sumiati (45), warga Kp. Cihanjuang, RT 03/RW 11, Desa Mandalasari yang memilih menyerahkan keputusan kepada pimpinan PTPN VIII.

"Saya mah hanya pekerja biasa yang tidak bisa mengambil keputusan apa pun. Silakan pimpinan saja yang memutuskan," kata Sumiati yang sudah 20 tahun bekerja sebagai buruh pemetik teh.

Ia mengaku, sudah lama mengetahui wacana pembangunan Kota Baru Walini. Bahkan dirinya bersama karyawan perkebunan teh lainnya sempat berdialog dengan pimpinan PTPN VIII.

"'Kan tidak mungkin semua lahan perkebunan digunakan Kota Baru Walini. Bisa saja saya dipindahkan ke Perkebunan Panglejar, Pangheotan atau tempat lainnya. Kalaupun terpaksa harus di-PHK tentunya harus ada pesangon," ujarnya.

Hal senada disampaikan Euis Rohayati (47), buruh pemetik teh asal Kp. Sukaasih, RT 01/RW 18, Desa Mandalamukti. Menurut buruh teh yang sudah bekerja selama 25 tahun ini, dirinya akan mendukung kebijakan pemerintah selama tujuannya baik.

"Untuk saat ini saya belum memikirkan nasib ke depan. Saya dan rekan-rekan pemetik teh, hanya menginginkan tetap dipekerjakan atau mendapat pesangon yang layak," harapnya.

Buruh teh perkebunan dibayar berdasarkan berat teh yang dipetik. Saat ini pucuk teh yang dipetik dengan menggunakan gunting dihargai Rp 432/kg, sedangkan jika menggunakan mesin pemotong teh Rp 250/kg. Upah memotong teh ditambah uang kesehatan dan lainnya, dibayarkan tanggal 3 - 5 tiap bulannya.

Apabila Pemprov Jabar jadi membangun Kota Baru dan Kampung Asia-Afrika, berarti hampir 1/3 luas Kec. Cikalongwetan terkena megaproyek tersebut. Luas Kec. Cikalongwetan 11.275 ha, sekitar 3.000 ha di antaranya milik lahan PTPN VIII yang ditanami teh dan karet. (B.104)**

Gala Media

http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20101211094234&idkolom=padalarang

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
  

Polling
Pendapat anda tentang website Perkebunan Nusantara VIII
 
Online
Saat ini adai 12 tamu-tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
free counters
Komunitas PTPN VIII

Beranda
  
 Copyright © 2009 PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero)
viagra sales online
viagra discount prices
viagra 100mg pills
viagra 100mg cheap
viagra 100mg canada
generic cialis cheap canada
female viagra in australia
viagra cheap buy online
viagra best price
cheap viagra online
pharmacy cheap prescriptions non generic cialis online canadian pharmacy antibiotics order discount cialis online cialis daily or once
cialis no prescription uk buy cialis in uk buy cialis in canada cheap generic drugs uk canadian pharmacy mail order
purchasing viagra in canada buy viagra online paypal pharmacy rx one tablets world no prescription drugs online canada cialis online no prescription
viagra cheap no prescription purchase generic viagra online purchase generic viagra online is something similar to cialis for women no prescription required drugs buy
buy viagra online canada no prescription viagra generic in australia cialis drugstore number one shop
viagra med from canada