Menu Utama
Beranda
Tentang Kami
Produk
Kontak
Berita
Tautan
GCG & CSR
Sistem Informasi
UU No. 14 Th. 2008 (UUKIP)
Sistem Remunerasi
Mekanisme Penetapan Direksi & Komisaris
Pengadaan
Info Rekrutmen 2014

Info Rekrutmen 2014

Teh N8 - Katalog Produk  Laporan Tahunan 2013

Video Profil PTPN VIII   

Login





Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar
Berita Terkini
Populer

 

Gutta Percha PTPN VIII Jadi Identitas Flora Perusahaan

Senin, 14 Februari 2011

Gutta Percha dan Hevea Brasiliensis (karet) merupakan pohon penghasil getah lateks. Secara kimiawi, lateks Gutta Percha dan tanaman karet sama-sama memiliki kandungan Isoprena dan Caoretchina. Karenanya, pada saat Perang Dunia II terjadi, Gutta Percha pernah dipakai saat ketika stok suplai lateks dari tanaman karet sedang kosong.

Sejak perkebunan Gutta Percha di Brazil dikonversi dengan tanaman lain, keberadaan Gutta Percha sekarang ini hanya di Indonesia, dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) tepatnya di Perkebunan Sukamaju, termasuk dalam Unit Bisnis Wilayah I PTPN VIII.  “Di Indonesia cuma ada di PTPN VIII, khususnya di Perkebunan Sukamaju,” ujar Tedi Tarunawijaya, Administratur Perkebunan Sukamaju. Perkebunan Sukamaju berada di Kabupaten Sukabumi mengelola areal konsesi seluas 7.379,63 ha, terbagi atas enam afdeling tersebut  meliputi wilayah Cibadak, Cikidang, Bojong Genteng, Parungkuda, dan Kalapanunggal.

Perkebunan Sukamaju mengelola dua tanaman yang dibudidayakan yaitu Gutta Percha dan Kelapa Sawit. Luas areal penanaman Gutta Percha di perkebunan tersebut 282,88 ha, berlokasi di Afdeling III Cipetir. Gutta Percha diperbanyak melalui biji yang diperoleh dari kebun biji khusus di Perkebunan Sukamaju. Tanaman sumber biji itu sendiri ditanam tahun 1885. Tanaman dengan tinggi yang bisa mencapai 30 m dan diameter 0,5 m ini menghasilkan Gutta putih, yakni getah yang diperoleh dari daun. Makin tua umur daun, makin tinggi kadar Guttanya. Dulu, bahan baku Gutta Percha diperoleh dari pohon Gutta Percha di hutan-hutan Sumatera, Riau, Bangka, Kalimantan, dan Semenanjung Malaysia.

Untuk menghasilkan 13 kg Gutta putih dibutuhkan satu ton daun Gutta Percha. Tahun 2009, produksi Gutta Percha PTPN VIII hanya 585 kg Gutta putih. Untuk mengolah daun Gutta Percha menjadi Gutta putih, PTPN VIII memiliki pabrik pengolahannya sendiri, namun pabrik ini hanya beraktivitas jika ada pesanan saja. Pabrik Gutta Percha milik perusahaan perkebunan yang kantor pusatnya berada di Bandung ini bisa dikatakan sebagai pabrik pengolahan Gutta Percha satu-satunya di dunia. “Gutta Percha menjadi identitas tanaman dan menjadi ciri khas PTPN VIII,” ujar Tedi.

Pangsa pasar Gutta Percha PTPN VIII lebih ditujukan ke pasar ekspor. Permintaan datang dari berbagai negara seperti Belanda, Inggris, Jerman, Amerika, Kanada, Hongkong, Australia, Italia, Perancis, dan Irlandia. Pengembangan penggunaan Gutta Percha sudah semakin banyak, Awalnya, Gutta Percha hanya digunakan sebagai insulasi kabel bawah laut. Kini, Gutta Percha digunakan untuk keperluan medis, sebagai pengganti bagian organ manusia, perawatan gigi, dan pembuatan gigi tiruan. Tak hanya itu, Gutta Percha juga digunakan untuk pelapis luar bola golf. Disamping itu, kayu Gutta Percha pun memiliki nilai ekonomis sebagai perabotan/mebel karena memiliki pola-pola yang menarik.

Masuknya Gutta Percha Ke Indonesia. Gutta Percha diperkenalkan pertama kali di Eropa oleh William Montgomery, tahun 1843. Gutta Percha baru memasuki pasaran dunia sekitar tahun 1856 setelah diketahui memiliki sifat-sifat yang cocok sebagai bahan insulasi kabel dasar laut. Pada suhu biasa, Gutta Percha merupakan benda keras, sedikit sekali merentang. Namun ketika dipanaskan pada suhu 650C, material yang diperoleh dari pohon Palagulum Oblongifolium Burck ini menjadi lunak dan dapat dikepal-kepal tangan untuk membentuk apapun.

Tahun 1856 hingga 1896, penggunaan Gutta Percha di dunia untuk insulasi kabel dasar laut sudah mencapai 16.000 ton yang direntangkan sepanjang 184.000 mil laut di sekitar pantai Benua Amerika, Eropa, Asia, Australia, pantai timur dan barat Afrika, dan sepanjang antar samudera. Sekitar tahun 1885, D.E.I. Government melakukan penelitian di Perkebunan Cipetir, saat Afdeling III Perkebunan Sukamaju dengan menanam beberapa varietas pohon Gutta Percha yang kemudian diseleksi.

Sekitar tahun 1901, karena peningkatan kebutuhan akan Gutta Percha, dan dinilai pengalaman yang cukup pada penanaman percobaan sebelumnya, maka Pemerintah Kolonial Belanda memutuskan untuk membangun Perkebunan Negara Gutta Percha Cipetir dengan menanam tanaman produksi Gutta Percha. Tahun 1901 hingga tahun 1906, terjadi penambahan seluas 1000 ha, yang kemudian pada tahun 1919 penanaman Gutta Percha diperluas lagi 250 ha. Total area Gutta Percha di Perkebunan Cipetir saat itu menjadi sekitar 1.322 ha.

Tahun 1914, Perkebunan Cipetir masuk ke dalam Lands Caoutchouch Bedrijf (LCB), perusahaan perkebunan negara milik Belanda. Masih pada tahun yang sama, Pemerintah Belanda kemudian membangun pabrik Gutta Percha atas prakarsa Tromp de Haas. Namun selama tujuh tahun, pembangunan pabrik ini sempat terbengkalai. Pada tahun 1921, pabrik Gutta Percha dapat diselesaikan oleh H. Van Lennep, yang saat itu menjabat sebagai Administratur Perkebunan Cipetir.

Untuk membuat Gutta Percha dibutuhkan daun dan ranting kecil dari pohon Gutta Percha. Penggilingan daun dan ranting, membutuhkan dibutuhkan dua batu bulat besar menyerupai ban dengan berat masing-masing sekitar empat ton. Batu ini adalah batu granit yang didatangkan dari Italia. Saat ini, terdapat delapan batu yang tersimpan di pabrik Cipetir. Dari delapan batu tersebut, hanya empat batu saja yang masih berfungsi. “Tanpa bantuan batu ini, Gutta Percha tidak bisa diproses,” kata Tedi.

Ada cerita menarik ketika batu ini pertama kali dikirim ke pabrik Cipetir. Dari delapan batu, sebanyak tujuh batu dapat dibawa mudah dan lancar ke pabrik dengan menggunakan pedati yang ditarik oleh kuda. Namun untuk membawa satu batu terakhir dibutuhkan waktu lama. Penyebabnya adalah kuda yang mengangkut batu ini tidak mau jalan jika tidak ditarikan tarian Ronggeng, tarian daerah Jawa Barat. Ketika tarian Ronggeng dimulai, kuda pun akhirnya jalan. Tapi kalau tari Ronggeng berhenti, kuda juga akan berhenti. “Karena itu, batu terakhir ini sering disebut dengan Si Ronggeng,” ujar Tedi.

Gaet Balit Getas. Data Direktorat Jenderal Perkebunan tahun 2007 menunjukkan permintaan Gutta Percha trennya terus meningkat. “Awal tahun 2008, harga Gutta Percha mencapai Rp1,5 juta/kg. Harga tersebut tentu sangat menarik untuk mengembangkan Gutta Percha,” ungkap Akhmad Rauf, peneliti dari Balai Penelitian (Balit) Getas. Rauf menambahkan kondisi tersebut belum dapat dimanfaatkan PTPN VIII karena kebutuhan bahan baku yang terbatas. “Kondisi ekstrem terjadi pada tahun 2007, ketika permintaan Gutta Percha mencapai 2.160 kg, namun PTPN VIII hanya mampu memproduksi 108 kg saja,” tambah Rauf.

Karena itu berbagai upaya dilakukan PTPN VIII dalam melestarikan tanaman ini yaitu melalui program pemadatan populasi di areal yang sekarang ini. PTPN VIII juga akan menggaet Balai Penelitian Getas mulai penerapan teknologi budidaya sampai manajemen panen.  “Saat ini PTPN VIII sangat kekurangan bahan baku.Dengan adanya kerjasama ini menjadi langkah awal dalam pengembangan bisnis Gutta Percha PTPN VIII,” ujar Rauf. Tedi menambahkan, harapan Gutta Percha sebagai tanaman kebanggaan Indonesia, khususnya bagi wilayah Kabupaten Sukabumi. Bukan tidak mungkin Perkebunan Cipetir dapat dijadikan sebagai kebun wisata ilmiah di masa yang akan datang.


http://misteergalih.wordpress.com/2011/02/01/gutta-percha-ptpn-viii-jadi-identitas-flora-perusahaan/

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Sistem Informasi Geografis Data SDM PTPN VIII 
e-mail@pn8.co.id
GCG & Whistle Blowing System
Polling
Pendapat anda tentang website Perkebunan Nusantara VIII
 
Online
Saat ini adai 47 tamu-tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
free counters
Komunitas PTPN VIII

Beranda
  
 Copyright © 2009 PT. Perkebunan Nusantara VIII (Persero)
viagra sales online
viagra discount prices
viagra 100mg pills
viagra 100mg cheap
viagra 100mg canada
generic cialis cheap canada
female viagra in australia
viagra cheap buy online
viagra best price
cheap viagra online
pharmacy cheap prescriptions non generic cialis online canadian pharmacy antibiotics order discount cialis online cialis daily or once
cialis no prescription uk buy cialis in uk buy cialis in canada cheap generic drugs uk canadian pharmacy mail order
purchasing viagra in canada buy viagra online paypal pharmacy rx one tablets world no prescription drugs online canada cialis online no prescription
viagra cheap no prescription purchase generic viagra online purchase generic viagra online is something similar to cialis for women no prescription required drugs buy
buy viagra online canada no prescription viagra generic in australia cialis drugstore number one shop
viagra med from canada