|
Kamis,
13 Agustus 2009
BANDUNG,
(PRLM).- Sejumlah pemetik teh di PTPN VIII Kebun Montaya Kec. Gunung Halu, Kab.
Bandung masih mampu memperoleh jumlah petikan yang dapat diandalkan, menyusul
masih tumbuhnya pucuk-pucuk teh walau musim kemarau 2009 sudah terjadi. Situasi
kali ini dirasakan mereka masih lebih baik dibandingkan saat yang sama tahun
2008 lalu.
Beberapa
pemetik teh dan mandor di Kebun Montaya, Rabu (12/8) mengatakan, secara umum
sejak musim kemarau dialami, jumlah petikan baru menurun 25 persen. Ini berbeda
dibandingkan musim kemarau tahun lalu, walau baru sebulan perolehan petikan
sudah turun 40 persen.
Sejumlah
pemetik mengatakan, sempat memanjangnya curah hujan sampai Juli, ternyata banyak
dirasakan manfaatnya bagi para pemetik, sehingga prestasi hasil petikan juga
memanjang. Ini kemudian akan mempengaruhi premi, sehingga diperhitungkan selama
Agustus ini mereka memperoleh pendapatan lebih baik. (A-81/das)***
Produksi
Karet Masih Dapat Diandalkan
BANJAR,
(PRLM).- Kendati musim sudah kemarau, namun produksi karet lembaran kering dari
unit perkebunan di wilayah Banjar dan perbatasan Jabar-Jateng masih cukup
tinggi. Ini disebabkan, produksi getah karet masih cukup tinggi karena di daerah
tersebut masih memperoleh guyuran hujan lebih dari sepekan lalu.
Kepala
Tanaman PTPN VIII Kebun Batulawang, Hendi Kurnia, di Banjar, Kamis (13/8)
mengatakan, keanehan cuaca ini memberikan manfaat bagi kontinuitas produksi
karet lembaran kering dan munculnya lateks. Ini membuat situasi produksi karet
masih belum begitu berbeda jauh dibandingkan saat-saat masih seperti cuaca
diselingi hujan sebulan lalu.
Dengan
gambaran situasi, kondisi kebun di lapangan belum begitu mengalami kekeringan
dan masih lancar menghasilkan lateks. Kendati demikian, persiapan dan antisipasi
kemungkinan terjadinya kebakaran tanaman pada musim kemarau, kini sudah di
tingkat apalagi ada perhitungan munculnya kemarau panjang.
(A-81/das)***
(sumber: PR Online)
|