Tampil santai dengan gaya khasnya -sepatu kets dan kemeja lengan panjang
putih yang digulung- Dahlan membeberkan praktik kotor di BUMN agar bisa
mendapatkan proyek. Menurutnya, sekitar 70 persen perusahaan BUMN
mengantongi proyek dengan cara ilegal.
Di hadapan pembicara lainnya, yakni Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dan
Bambang Widjojanto serta mantan Wakil Sekretaris Kabinet Erman Umar
Rajagukguk tersebut Dahlan mengaku pernah menyebar kuesioner di
perusahaan-perusahaan plat merah di bawah kementriannya. "Saya pernah
ajukan kuisioner, apakah mereka untuk mendapatkan proyek itu dengan cara
fair atau tidak fair" Ada yang mengatakan bahwa tanpa permainan (suap)
itu hanya 30 persen, selebihnya hanya lewat permainan," bebernya.
Dahlan pun menyebut BUMN yang bergerak di bidang konstruksi tergolong
paling rawan korupsi. Alasannya, bisanya BUMN kesulitan mendapat kontrak
tanpa pelicin ataupun sogokan ke pemilik proyek. "Permainan di bidang
itu (proyek konstruksi) bagaimana sulitnya mendapatkan proyek. Saya tahu
itu," tuturnya.
Ia pun menyodorkan resep agar praktik kotor di BUMN bisa dihilangkan.
Caranya, pemilik proyek juga harus dibersihkan dari kebiasaaan menerima
suap. Dengan demikian BUMN juga tak perlu menerapkan praktik kotor demu
mendapatkan kontrak proyek. "Kuncinya pemilik proyek harus ditertibkan,"
cetusnya.
Namun demikian Dahlan juga mengaku membuka pintu bagi KPK untuk
membersihkan BUMN dari praktik korup. Artinya, KPK juga harus menindak
pejabat BUMN yang korupsi. "Urus saja, silakan tangkap bila memang harus
ditangkap," katanya saat ditanya wartawan.
Sementara Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengajukan tawaran ke
Dahlan agar ada satu BUMN yang dijadikan pilot project sistem
integritas. Menurut Bambang, saat ini KPK tengah mengembangkan sistem
integritas nasional.
"Ada 14 instrumen yang mesti diletakkan di situ (sistem integritas).
Kalau Bapak (Dahlan Iskan) tidak keberatan ada lembaga BUMN yang mau
dijadikan piloting (percontohan), tahun depan sudah bisa mulai," kata
Bambang langsung memnyodorkan tawaran ke Dahlan.
Hanya saja Bambang mengajukan syarat tentang BUMN yang akan dijadikan
percontohan, yakni agar BUMN yang akan dijadikan percontohan itu dipilih
oleh KPK. Pimpinan KPK yang membidangi penindakan itu berharap pada
awal tahun depan sudah ada modul untuk penerapan sistem integritas
nasional di BUMN/BUMD.
Lantas apa respon Dahlan atas tawaran KPK" Dahlan menegaskan bahwa
pihaknya siap dengan tawaran KPK itu. "Kita tunggu saja, nanti KPK yang
pilih (BUMN untuk percontohan)," ucapnya.
Dengan berbinar Dahlan mengatakan, ide dari KPK itu akan mampu membawa
BUMN kebal dari intervensi pihak luar. "Karena kalau diintervensi,
mereka (BUMN percontohan) akan bilang kami sedang dalam pilot project
KPK," cetus Dahlan yang ditimpali tawa peserta diskusi yang dipandu Juru
Bicara KPK Johan Budi itu.(ara/jpnn)