|
Senin, 09 Juli 2012
Bandung (ANTARA News) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad
Heryawan menyatakan produksi teh hitam dan teh hijau yang dihasilkan
oleh Provinsi Jabar setiap tahunnya rata-rata bisa mencapai 70 persen
dari produksi teh nasional atau sekitar 110.355 ton.
"Dengan harga rata-rata teh kering saat ini sebesar Rp18.000 hingga
25.000 kg, maka nilai produk teh kering Jawa Barat tersebut mencapai
lebih dari satu trilyun rupiah setiap tahunnya," kata Ahmad Heryawan,
usai melepas peserta jalan sehat Festival Teh dan Kopi, di Kota Bandung,
Minggu.
Begitupun juga dengan perkembangan produksi kopi di Provinsi Jawa
Barat, kata Heryawan, yang didominasi dengan jenis kopi arabica dan Java
Preanger, rata-rata setiap tahunnya mencapai tidak kurang dari 13.732
ton dengan tingkat produktivitas 882 kg/hektar.
"Luasan perkebunan pertanaman kopi di Jawa Barat mencapai 29.994
hektar, yang membentang di wilayah dataran tinggi priangan seperti
Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, dan
Ciamis. Sehingga tidak mengherankan jika konsumsi kopi di Indonesia
terus mengalami peningkatan dengan rata-rata 6 persen per tahun," ujar
dia.
Ia mengatakan, lebih dari itu, nilai produk teh dan kopi juga masih
berpotensi untuk terus bertambah seiring dengan perkembangan produk
turunan teh dan kopi yang semakin pesat.
(M009)
Editor: Ella Syafputri
http://www.antaranews.com/berita/320439/jabar-dominasi-produksi-teh-nasional
|