Komite Dewan Komisaris PDF

Komite Dewan Komisaris

Dengan tantangan yang semakin kompleks yang dihadapi oleh PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero), telah dibentuk Komite Audit dan Risiko Usaha, selanjutnya disingkat KARU, yang terdiri dari 2 (dua) Sub Komite, yaitu Sub Komite Audit dan Sub Komite Risiko Usaha. Masing-masing Sub Komite tersebut beranggotakan sebanyak dua (2) orang ahli yang berasal dari luar perusahaan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero). Bertindak sebagai Ketua Komite Audit dan Risiko Usaha, ditunjuk salah satu anggota Dewan Komisaris untuk mengepalai anggota-anggota Sub Komite dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dari Komite Audit dan Risiko Usaha.

 

Komposisi Keanggotaan dan Independensi

Komposisi, keanggotaan, keahlian dan independensi Komite Audit dan Risiko Usaha telah memenuhi seluruh ketentuan perundangan yang berlaku. Komite Audit dan Risiko Usaha terdiri dari Komisaris sebagai Ketua dan 3 (tiga) orang anggota yang terdiri atas seorang Komisaris dan dua orang Pihak Independen (anggota Komite Audit) yang masing-masing memiliki keahlian di bidang keuangan/akuntansi serta dua orang Pihak Independen (anggota Komite Risiko) dengan latar belakang pendidikan keuangan/manajemen risiko. Komite Audit dan Risiko Usaha melaksanakan fungsinya sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

 

Pedoman Kerja (Charter)

Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, Dewan Komisaris telah menetapkan Piagam Komite Audit dan telah disempurnakan agar sesuai dengan peraturan tersebut.

 

Tugas dan tanggung jawab Komite Audit dan Risiko Usaha

Komite Audit dan Risiko Usaha bekerja secara kolektif, mandiri, jujur, bersih dan memberikan laporan serta bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris untuk membantu pelaksanaan tugas-tugasnya.

  1. Memantau dan mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilakukan oleh satuan pengawasan intern maupun auditor eksternal sehingga dapat dicegah pelaksanaan dan pelaporan yang tidak memenuhi standar;
  2. Menilai dan melaporkan berbagai risiko dari upaya-upaya yang sedang dan akan dilakukan oleh Direksi;
  3. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem tata kelola dan pengendalian intern perusahaan serta pelaksanaannya, termasuk kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan; keandalan (reliability) laporan keuangan; serta efektivitas dan efisiensi operasi perusahaan dalam hal pembiayaan dan pengelolaan risiko;
  4. Memastikan bahwa telah terdapat prosedur review yang memuaskan terhadap informasi yang dikeluarkan perusahaan, termasuk brosur, laporan keuangan berkala, proyeksi/forecast dan lain-lain informasi keuangan yang disampaikan kepada pemegang saham;
  5. Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris; dan
  6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Dewan Komisaris sepanjang masih dalam lingkup tugas dan kewajiban Dewan Komisaris berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
 

Untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut, Komite Audit dan Risiko Usaha membuat rencana kegiatan tahunan, yang bersifat kegiatan pemeriksaan dan pendalaman. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa sistem tata kelola perusahaan telah dilakukan sesuai dengan pedoman dan prinsip dari Good Corporate Governance (GCG), serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun hal tersebut tertuang dalam bentuk kewajiban dan wewenang dari Komite Audit dan Risiko Usaha, yaitu:

  1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan, yang dikeluarkan perusahaan, antara lain: Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), Laporan Keuangan Bulanan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya.
  2. Melakukan penelaahan atas rencana kerja dan pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal.
  3. Menelaah independensi dan obyektivitas dari akuntan publik.
  4. Melakukan penelaahan atas kecukupan pemeriksaan, yang dilakukan oleh KAP untuk memastikan semua risiko telah dipertimbangkan.
  5. Melaporkan berbagai risiko yang dihadapi perusahaan dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi.
  6. Melakukan penelahaan dan melaporkan pengaduan yang berkaitan dengan perusahaan.
  7. Menjaga kerahasiaan dokumen, data, dan informasi perusahaan, dan tidak diperkenankan menyampaikan laporan tanpa melalui Dewan Komisaris.
  8. Menyusun dan menyampaikan program kerja tahunan kepada Komisaris untuk ditetapkan.
  9. Membuat laporan triwulanan dan laporan tahunan kepada Komisaris.
  10. Menyusun dan memperbaharui Charter dan Pedoman Kerja Komite Audit dan Risiko Usaha.
  11. Bekerja/berkantor termasuk mengadakan rapat minimal dua kali dalam seminggu.
 

 

Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Sub Komite

Sub Komite Audit:

  1. Membantu Komisaris untuk pelaksanaan pengawasan efektivitas sistem pengendalian intern dan efektivitas pelaksanaan tugas eksternal auditor dan internal auditor.
  2. Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilakukan oleh Satuan Pengawasan Intern maupun auditor eksternal.
  3. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian manajemen serta pelaksanaannya.
  4. Memastikan telah terdapat prosedur review yang memuaskan terhadap segala informasi yang dikeluarkan perusahaan sesuai dengan prinsip GCG.
  5. Memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris.
  6. Melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris, antara lain meliputi:
 
  1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan perusahaan seperti laporan keuangan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya;
  2. Melakukan penelaahan atas informasi mengenai perusahaan, Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), laporan manajemen dan informasi lainnya;
  3. Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan;
  4. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan Satuan Pengawasan Internal;
  5. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan perusahaan;
  6. Melakukan penelaahan atas pengaduan yang berkaitan dengan perusahaan;
  7. Mengkaji kecukupan fungsi audit internal, termasuk jumlah auditor, rencana kerja tahunan dan penugasan yang dilaksanakan;
  8. Mengkaji kecukupan pelaksanaan audit eksternal termasuk didalamnya perencanaan audit dan jumlah auditornya;
  9. Melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris serta melaksanakan tugas-tugas yang diberikan Dewan Komisaris lainnya.

 

Sub Komite Risiko Usaha:

  1. Membantu Dewan Komisaris untuk melakukan penilaian risiko dan manajemen risiko serta menelaah kecukupan, kelengkapan dan implementasi yang efektif terhadap proses manajemen risiko perusahaan.
  2. Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris atas risiko yang dihadapi dalam setiap tahapan proses bisnis perusahaan dan saran-saran langkah mitigasi, baik yang preventif maupun yang kuratif.
  3. Menilai kembali penerapan kebijakan manajemen risiko oleh Direksi, termasuk saran-saran perbaikan manajemen;
  4. Mengkaji kembali usulan Direksi dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris terhadap usulan rencana investasi perusahaan, penyertaan/pelepasan modal pada badan usaha lain, kerjasama dengan pihak ketiga, penarikan dan pemberian pinjaman, penghapusan piutang, pinjam pakai aset dan lain-lain.
  5. Melakukan identifikasi atas berbagai kegiatan yang dapat menimbulkan berbagai risiko, kekuatan, ancaman dan kelemahan yang dihadapi perusahaan dalam persaingan usaha.
  6. Melakukan evaluasi atas hasil kinerja dari proyek pengembangan usaha dan investasi, baik berbentuk kerjasama maupun usaha sendiri.
  7. Melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris dan melakukan tugas-tugas yang diberikan Dewan Komisaris lainnya.